The key points are temporarily unavailable. You can still read the full Story below.
Main Points
Singapore Food Agency (SFA) dan perusahaan agrifood Japfa Pte. Ltd. (JAPFA) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjalin kemitraan strategis dalam riset dan pengembangan (R&D) guna memajukan sektor akuakultur tropis. Kerja sama ini difokuskan pada dua bidang utama, yakni kesehatan organisme akuatik serta digitalisasi industri. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berencana mengembangkan solusi praktis untuk mengatasi tantangan dalam budidaya, termasuk pemantauan dan diagnosis penyakit berbasis kecerdasan buatan (AI), pengambilan keputusan budidaya berbasis AI, serta sistem ketertelusuran (traceability). Kemitraan ini akan menggabungkan kemampuan riset Singapura dengan keahlian operasional, komersial, dan digital JAPFA, termasuk melalui lini bisnis akuakulturnya, PT Suri Tani Pemuka (STP). Inisiatif ini juga membuka peluang bagi lembaga riset dan penyedia teknologi di Singapura untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi deteksi dini penyakit dan risiko lingkungan guna meningkatkan efisiensi budidaya. Chief Executive Officer SFA, Damian Chan, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menerjemahkan inovasi ilmiah menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di lapangan. Menurutnya, memadukan kemampuan riset Singapura dengan skala bisnis dan teknologi JAPFA akan mempercepat adopsi solusi di bidang kesehatan organisme akuatik dan manajemen penyakit. Senada dengan hal tersebut, Direktur sekaligus Chief Operating Officer Corporate Shared Services Japfa Pte. Ltd., Gabriella Santosa, menekankan pentingnya menyelaraskan riset dengan kegiatan produksi. Ia menyatakan bahwa produksi pangan yang efisien dan berkelanjutan di kawasan ini memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lokal serta dukungan teknologi terkini. Nota kesepahaman ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara dunia riset dan industri, sekaligus memperkuat kapabilitas Singapura dalam akuakultur tropis. Selain itu, kemitraan ini ditargetkan menjadi wadah inovasi untuk mendukung sistem pangan regional yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Article source: Koran Jakarta | Image credit: Koran Jakarta
Singapore Food Agency (SFA) dan perusahaan agrifood Japfa Pte. Ltd. (JAPFA) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjalin kemitraan strategis dalam riset dan pengembangan (R&D) guna memajukan sektor akuakultur tropis. Kerja sama ini difokuskan pada dua bidang utama, yakni kesehatan organisme akuatik serta digitalisasi industri. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berencana mengembangkan solusi praktis untuk mengatasi tantangan dalam budidaya, termasuk pemantauan dan diagnosis penyakit berbasis kecerdasan buatan (AI), pengambilan keputusan budidaya berbasis AI, serta sistem ketertelusuran (traceability). Kemitraan ini akan menggabungkan kemampuan riset Singapura dengan keahlian operasional, komersial, dan digital JAPFA, termasuk melalui lini bisnis akuakulturnya, PT Suri Tani Pemuka (STP). Inisiatif ini juga membuka peluang bagi lembaga riset dan penyedia teknologi di Singapura untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi deteksi dini penyakit dan risiko lingkungan guna meningkatkan efisiensi budidaya. Chief Executive Officer SFA, Damian Chan, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menerjemahkan inovasi ilmiah menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di lapangan. Menurutnya, memadukan kemampuan riset Singapura dengan skala bisnis dan teknologi JAPFA akan mempercepat adopsi solusi di bidang kesehatan organisme akuatik dan manajemen penyakit. Senada dengan hal tersebut, Direktur sekaligus Chief Operating Officer Corporate Shared Services Japfa Pte. Ltd., Gabriella Santosa, menekankan pentingnya menyelaraskan riset dengan kegiatan produksi. Ia menyatakan bahwa produksi pangan yang efisien dan berkelanjutan di kawasan ini memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lokal serta dukungan teknologi terkini. Nota kesepahaman ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara dunia riset dan industri, sekaligus memperkuat kapabilitas Singapura dalam akuakultur tropis. Selain itu, kemitraan ini ditargetkan menjadi wadah inovasi untuk mendukung sistem pangan regional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
News Desk is the editorial publishing account for Tringlobe Media News, covering breaking news, public affairs, entertainment, community developments and regional stories across Trinidad and Tobago, the Caribbean and internationally.