The key points are temporarily unavailable. You can still read the full Story below.
Main Points
Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mencopot delapan pejabat di lingkungan Bapanas dan Perum Bulog terkait dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain pencopotan, dua pejabat lainnya dijatuhi sanksi peringatan. Langkah tegas ini diambil menyusul terungkapnya praktik penyalahgunaan beras bersubsidi yang diduga dilakukan oleh pihak swasta. Amran menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pengawasan tata kelola distribusi pangan nasional. "Ada 10 orang. Diberi peringatan ada dua, delapan kita copot. Dan itu ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan nanti. Kalau ada yang bersalah, itu akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar Amran di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Menurut Amran, para pegawai yang dicopot dinilai lalai dalam menjalankan tugas pengawasan. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan apakah terdapat keterlibatan pidana yang perlu diproses oleh aparat penegak hukum. Modus penyelewengan yang ditemukan melibatkan pihak swasta yang membeli beras SPHP dari Bulog, kemudian membuka kemasan aslinya untuk dipindahkan ke karung lain. Beras tersebut kemudian dijual kembali sebagai beras premium atau dicampur dengan beras lain untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Amran menjelaskan bahwa beras SPHP seharusnya dijual kepada konsumen dengan harga Rp12.500 per kilogram. Namun, oknum perusahaan diduga membeli beras tersebut dengan harga Rp11.500 per kilogram, lalu memanipulasinya untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran serius karena merugikan masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari subsidi pangan pemerintah. Terkait proses hukum terhadap pihak swasta, Amran menyebutkan bahwa sembilan orang telah diproses, dengan satu orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus mengusut kasus ini hingga ke pelaku utama. Article source: Koran Jakarta | Image credit: Koran Jakarta
Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mencopot delapan pejabat di lingkungan Bapanas dan Perum Bulog terkait dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain pencopotan, dua pejabat lainnya dijatuhi sanksi peringatan. Langkah tegas ini diambil menyusul terungkapnya praktik penyalahgunaan beras bersubsidi yang diduga dilakukan oleh pihak swasta. Amran menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pengawasan tata kelola distribusi pangan nasional. “Ada 10 orang. Diberi peringatan ada dua, delapan kita copot. Dan itu ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan nanti. Kalau ada yang bersalah, itu akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Amran di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Menurut Amran, para pegawai yang dicopot dinilai lalai dalam menjalankan tugas pengawasan. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan apakah terdapat keterlibatan pidana yang perlu diproses oleh aparat penegak hukum. Modus penyelewengan yang ditemukan melibatkan pihak swasta yang membeli beras SPHP dari Bulog, kemudian membuka kemasan aslinya untuk dipindahkan ke karung lain. Beras tersebut kemudian dijual kembali sebagai beras premium atau dicampur dengan beras lain untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Amran menjelaskan bahwa beras SPHP seharusnya dijual kepada konsumen dengan harga Rp12.500 per kilogram. Namun, oknum perusahaan diduga membeli beras tersebut dengan harga Rp11.500 per kilogram, lalu memanipulasinya untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran serius karena merugikan masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari subsidi pangan pemerintah. Terkait proses hukum terhadap pihak swasta, Amran menyebutkan bahwa sembilan orang telah diproses, dengan satu orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus mengusut kasus ini hingga ke pelaku utama.
News Desk is the editorial publishing account for Tringlobe Media News, covering breaking news, public affairs, entertainment, community developments and regional stories across Trinidad and Tobago, the Caribbean and internationally.