The key points are temporarily unavailable. You can still read the full Story below.
Main Points
Jakarta – Penerapan sistem skor 3×15 dalam turnamen bulu tangkis dinilai mengubah pola permainan atlet muda menjadi lebih agresif dan menuntut kesiapan fisik sejak awal pertandingan. Format ini rencananya akan mulai diberlakukan secara resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 4 Januari 2027. Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026, Yuni Kartika, menyatakan bahwa sistem 3×15 memberikan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan format tradisional 3×21. Menurutnya, durasi pertandingan menjadi jauh lebih singkat karena pemain cenderung menghindari reli panjang dan lebih memilih untuk langsung melancarkan serangan. "Hasilnya, permainannya sangat cepat karena angka 15 menciptakan tingkat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan 21. Para pemain jarang melakukan reli dan lebih banyak berupaya menyerang, menekan lawan, dan mempercepat tempo," ujar Yuni di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026). Yuni menambahkan bahwa perubahan ini masih berada dalam tahap adaptasi. Ia membandingkan situasi ini dengan masa transisi saat sistem 3×21 pertama kali diperkenalkan, di mana pemain juga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Pihaknya akan terus memantau perkembangan para atlet dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat efektivitas mereka dalam mengelola stamina dan strategi di bawah format baru tersebut. "Kami akan melihat dalam dua hingga tiga bulan ke depan bagaimana pemain mengelola tenaga mereka. Dengan target poin 15, pemain merasa bisa bermain dengan kecepatan penuh sejak awal," jelas mantan pemain tunggal putri nasional tersebut. Dampak dari perubahan sistem ini juga dirasakan langsung oleh para atlet di lapangan. Pemain ganda putra PB Djarum, Muhammad Luthfi Habibi, yang berpasangan dengan Muhammad Rizki Mubarrok, mengakui bahwa format 15 poin menuntut konsentrasi yang lebih intens sejak awal laga. "Faktor fokus harus lebih siap karena 15 poin itu cepat. Berbeda dengan 21 poin yang masih memungkinkan pemain untuk santai di awal. Sekarang, kami harus benar-benar langsung masuk ke dalam ritme permainan agar bisa mengejar kemenangan," ungkap Luthfi setelah memenangkan laga semifinal melawan wakil Power Rajawali Tangerang dengan skor 15-6 dan 15-7 dalam durasi 15 menit. Article source: Koran Jakarta | Image credit: Koran Jakarta
Jakarta – Penerapan sistem skor 3×15 dalam turnamen bulu tangkis dinilai mengubah pola permainan atlet muda menjadi lebih agresif dan menuntut kesiapan fisik sejak awal pertandingan. Format ini rencananya akan mulai diberlakukan secara resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 4 Januari 2027. Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026, Yuni Kartika, menyatakan bahwa sistem 3×15 memberikan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan format tradisional 3×21. Menurutnya, durasi pertandingan menjadi jauh lebih singkat karena pemain cenderung menghindari reli panjang dan lebih memilih untuk langsung melancarkan serangan. “Hasilnya, permainannya sangat cepat karena angka 15 menciptakan tingkat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan 21. Para pemain jarang melakukan reli dan lebih banyak berupaya menyerang, menekan lawan, dan mempercepat tempo,” ujar Yuni di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026). Yuni menambahkan bahwa perubahan ini masih berada dalam tahap adaptasi. Ia membandingkan situasi ini dengan masa transisi saat sistem 3×21 pertama kali diperkenalkan, di mana pemain juga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Pihaknya akan terus memantau perkembangan para atlet dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat efektivitas mereka dalam mengelola stamina dan strategi di bawah format baru tersebut. “Kami akan melihat dalam dua hingga tiga bulan ke depan bagaimana pemain mengelola tenaga mereka. Dengan target poin 15, pemain merasa bisa bermain dengan kecepatan penuh sejak awal,” jelas mantan pemain tunggal putri nasional tersebut. Dampak dari perubahan sistem ini juga dirasakan langsung oleh para atlet di lapangan. Pemain ganda putra PB Djarum, Muhammad Luthfi Habibi, yang berpasangan dengan Muhammad Rizki Mubarrok, mengakui bahwa format 15 poin menuntut konsentrasi yang lebih intens sejak awal laga. “Faktor fokus harus lebih siap karena 15 poin itu cepat. Berbeda dengan 21 poin yang masih memungkinkan pemain untuk santai di awal. Sekarang, kami harus benar-benar langsung masuk ke dalam ritme permainan agar bisa mengejar kemenangan,” ungkap Luthfi setelah memenangkan laga semifinal melawan wakil Power Rajawali Tangerang dengan skor 15-6 dan 15-7 dalam durasi 15 menit.
News Desk is the editorial publishing account for Tringlobe Media News, covering breaking news, public affairs, entertainment, community developments and regional stories across Trinidad and Tobago, the Caribbean and internationally.