Presiden Prabowo Subianto mendapat tekanan dari sejumlah organisasi pers setelah melontarkan sebutan ‘Londo Ireng’ kepada wartawan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN), Koalisi Media Alternatif (KOMA), Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Perhimpunan Jurnalis bersama-sama mendesak Prabowo untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Mereka menilai istilah tersebut merendahkan martabat jurnalis dan tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala negara. Tuntutan ini disampaikan dalam waktu singkat, menandakan gelombang protes dari kalangan pers.
Belum ada tanggapan resmi dari Istana terkait desakan ini. Namun, isu ini berpotensi menjadi ujian serius bagi hubungan pemerintah dengan media di Indonesia.
Article source: indoposco.id | Image credit: Tempo.co English
Celebrating 65 years of leadership: Pennelope Beckles‑Robinson’s birthday marks a legacy of public service.
How are tips verified? See how reporters assess messages, footage and claims before publication, protecting…
Celebrating the Legacy of Andaiye: Guyana’s Revolutionary Women’s Rights Champion Turns 84
Saint Lucia police search for clues in hotel worker’s death
Beckles Demands Kamla Reveal SOE Results As Detainees Begin Returning To Communities Across Trinidad
Padarath Says Weekly Post-Cabinet Press Conferences Do Not Have To Be Cast In Stone