Presiden Prabowo Subianto mendapat tekanan dari sejumlah organisasi pers setelah melontarkan sebutan ‘Londo Ireng’ kepada wartawan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN), Koalisi Media Alternatif (KOMA), Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Perhimpunan Jurnalis bersama-sama mendesak Prabowo untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Mereka menilai istilah tersebut merendahkan martabat jurnalis dan tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala negara. Tuntutan ini disampaikan dalam waktu singkat, menandakan gelombang protes dari kalangan pers.
Belum ada tanggapan resmi dari Istana terkait desakan ini. Namun, isu ini berpotensi menjadi ujian serius bagi hubungan pemerintah dengan media di Indonesia.
Article source: indoposco.id | Image credit: Tempo.co English
Trinidad and Tobago Breaks Tradition, Votes Against UN Rights Chief Reappointment Amid Strengthening Ties with
Isolated thunderstorms bring heavy rain to southern Trinidad.
Intercepted Call Lacks Evidence for Alleged Assassination Conspiracy Involving Cheesemaker and Niece
Seismograph reading of a 3.6 magnitude earthquake near Venezuela coast.
Government's Overnight Customs Rule Change Could Increase Hybrid Vehicle Prices Across Trinidad and Tobago
Cro Cro Says Social Commentary Calypso Is Being Silenced, Calls Genre Dead in Podcast Interview