Perum Bulog telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk mengawasi distribusi beras pemerintah melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh Indonesia. Pembentukan satgas ini merupakan respons atas penangkapan oknum yang diduga menyalahgunakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan cara mengemas ulang produk tersebut ke dalam kemasan 50 kilogram. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa satgas tersebut mulai beroperasi pada Jumat (30/10/2026) dengan melibatkan seluruh pimpinan wilayah dan kantor cabang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan beras SPHP maupun beras bantuan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau komersial yang tidak sesuai dengan ketentuan. “Satgas Khusus ini berjalan mulai hari ini, dilaksanakan secara serentak di seluruh tanah air. Seluruh pimpinan cabang dan pimpinan wilayah melaksanakan pengecekan ke seluruh RPK,” ujar Ahmad Rizal di Jakarta, Jumat. Pada hari pertama operasional, Bulog menargetkan pemeriksaan terhadap sekitar 2.000 RPK. Target tersebut didasarkan pada jumlah kantor cabang Bulog yang mencapai 554 unit, dengan estimasi pemeriksaan empat RPK di setiap cabang. Selain melakukan pengawasan lapangan, Bulog juga mengevaluasi mekanisme pemesanan dan pelaporan penjualan beras SPHP. Ahmad Rizal mengakui bahwa sistem “Klik SPHP” saat ini masih memiliki kelemahan yang berpotensi membuka celah penyalahgunaan. Ia juga menyoroti kewajiban pelaporan penjualan oleh mitra RPK yang dinilai belum berjalan optimal. “Setelah dijual, jarang sekali mitra RPK yang melaporkan penjualannya ke mana. Ini yang akan kami tekankan kembali,” tambahnya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jajaran direksi Bulog turut melakukan pengecekan acak terhadap beberapa RPK di Jakarta untuk meninjau proses pemesanan, ketersediaan produk, dan mekanisme penjualan kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Bulog menyatakan tidak menemukan kejanggalan pada RPK yang dikunjungi dan menilai para mitra telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan. Sejumlah pemilik RPK, seperti Imron dari Dapur Budhe di Kramat Jati dan Iding dari Master Jaya di Duren Sawit, menyatakan bahwa proses pemesanan beras SPHP dan Minyakita melalui Bulog selama ini berjalan lancar. Iding menambahkan bahwa pasokan beras yang diterima saat ini memiliki kualitas yang baik dengan volume pemesanan mencapai empat ton per minggu.
Article source: Koran Jakarta | Image credit: Koran Jakarta