KARAWANG – Sejumlah petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai beralih membudidayakan melon menggunakan sistem greenhouse sebagai upaya meningkatkan keuntungan ekonomi. Metode ini dinilai menjadi alternatif usaha pertanian yang menjanjikan di tengah dominasi tanaman padi. Pengelola EB Farm, Billy Suwandi, menyatakan bahwa budi daya melon melalui sistem greenhouse memungkinkan petani mengoptimalkan lahan terbatas dengan hasil panen yang bernilai ekonomi tinggi. Menurut Billy, kondisi cuaca panas di Karawang yang berlangsung cukup panjang sangat mendukung pertumbuhan tanaman melon. “Tanaman melon di Karawang ini sangat cocok dari segi cuacanya yang panas,” ujar Billy pada Minggu (8/11/2026). Saat ini, EB Farm mengoperasikan greenhouse seluas 300 meter persegi dengan kapasitas 550 tanaman. Dari jumlah tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai 8 kuintal atau 800 kilogram. Dengan harga jual sekitar Rp45.000 per kilogram, potensi omzet kotor yang dihasilkan mencapai Rp36 juta per siklus panen. Namun, angka tersebut belum dikurangi dengan modal produksi dan biaya operasional. Billy menjelaskan bahwa modal produksi yang dibutuhkan untuk satu siklus tanam adalah sekitar Rp14.000 per tanaman. Sebagai bagian dari pengembangan usaha di lahan terbatas, EB Farm juga telah mengoperasikan satu greenhouse tambahan yang menampung sekitar 200 tanaman melon. Peralihan ke komoditas melon ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani di Karawang yang ingin mengembangkan usaha pertanian dengan efisiensi lahan yang lebih baik dibandingkan budi daya padi konvensional.
Article source: Koran Jakarta | Image credit: Koran Jakarta